Wednesday, February 11, 2015

Kuburan Belanda
Jatmiko W7:38 AM 0 comments


THHK Boekatedja Poerbolinggo berdiri pada 22 Juni 1917 dan membubarkan diri pada tahun 1930
Presiden: Siem Liang Soey, vice-President: Liem Tiang Tjay, 1ste Secretaris: Shen Liang Ngan, 2de Secretaris; Oey Tjin An, Kassier: The Teng Hien, Adviseur: Tan Liang Ho dan Oey Tiang Beng, Commissaris, Tjhi Hoay Hok, Tan Eng Long, The Tioen Seng, Kho Ke Lian, dan Oey Tjin Sim, Ceremoniemaester: The Tiang Hoey,

http://id.wikipedia.org/wiki/Tionghoa-Indonesia
http://id.wikipedia.org/wiki/Wijkenstelsel
http://id.wikipedia.org/wiki/Passenstelsel
http://id.wikipedia.org/wiki/Sun_Yat-sen
http://iceteahistoria.blogspot.com/2012/11/peranan-kaum-tionghoa-dalam-perdagangan.html
Riwajat 40 Taon THHK Batavia - Nio Joe Lan 1940
http://www.geni.com/people/Phoa-Ik-Tjin
silsilah Tjoe Ek Tjoan Adipala
Orang - Orang Tionghoa di Java 1935 Tan Hong Boen Solo
Orang - Orang Tionghoa di Java 1936 Tan Hong Boen Tegal
Buku peringatan 50 tahun (1903-1953) perkumpulan Tiong Hoa Hwee Koan (THHK) Purbolinggo
Terimakasih kepada
- Ci Lena Budiono (Keluarga Thio Purbalingga)
- Ko Yongki (Keluarga Tan Purwokerto)
- Ko Bambang antikpraveda.blogspot.com
- Ko Kho Boen Goan (Sokaraja)
- Mas Alvian purwokertoantik.com
- Pak Steve Haryono Belanda
- Ibnu Fauzan Mahasiswa Sejarah UGM
- Mr. Rob Kho
- Mas Iluk (Sokaraja)
dan lainnya yang tidak bisa di sebut satu-satu.

Tjilatjap Kota
Jatmiko W7:37 AM 0 comments


Sangsi bagi pelanggaran terhadap ketentuan Kartu Pass Jalan adalah hukuman dan denda sebesar 10 gulden. Peraturan ini sangat merepotkan oarang-orag Tionghoa untuk mengembangkan usaha terutama usaha perdagangan.
Sejak berdirinya Republik Tiongkok rupanya berpengaruh besar terhadap organisasi-organisasi Tionghoa yang awalnya hanya bergerak di bidang Sosial Budaya kemudian mulai beralih ke ranah Politik. Kemudian pemerintah Nederland Indie (Hindia Belanda) menggunakan cara pendekatan orang-orang Tionghoa terhadap warga pribumi (Bumiputra).

OPSIR TIONGHOA DI BANJOEMAS

Pemerintah Nederland Indie (Hindia Belanda) mengangkat beberapa Kapitein der Chinesen (Opsir Tionghoa) yang setia pada pemerintah Nederland Indie (Hindia Belanda) untuk menjebatani pemerintah dengan komunitas Tionghoa. Kapitein der Chinesen untuk kota besar adalah Mayor dan untuk kota dengan komunitas Tionghoa lebih kecil disebut Letnan, dan mereka rata rata di angkat dari golongan Elite Tionghoa atau beberapa bahkan diangkat karena jasanya terhadap pemerintah dan masyarakat. Awal mulanya jabatan opsir Tionghoa dipilih oleh pemerintah, namun kemudian jabatan ini terlihat seakan-akan bisa di wariskan kepada keturunannya, karena beberapa kasus, jabatan itu di pangku oleh keturunannya.
Pada awalnya tugas Opsir Tionghoa adalah menjelaskan peraturan dan perundang-undangan kepada komunitas Tionghoa di wilayahnya namun di kemudian hari mereka diberi tugas tambahan sebagai penarik pajak untuk komunitasnya. Sebagai imbalannya Opsir Tionghoa tidak mendapat gaji dari pemerintah akan tetapi mereka mendapat keleluasaan dalam memonopoli beberapa komoditas dan produksi seperti garam, timah, dan pembuatan mata uang perak.
Pada tahun 1934 - 1935 pejabat opsir Tionghoa di karsidenan Banyumas diberhentikan dengan hormat karena jabatan ini di hapuskan oleh pemerintah Hindia Belanda.

Poerbolinggo

banjoemas.com

2. Gan Thian Koeij(y)